Malaysia Desak Thailand Tangani Konflik dengan Hati-hati
Kamis, 29 Apr 2004 15:47 WIB
Jakarta - Pemerintah Malaysia mendesak pemerintah Thailand untuk berhati-hati menangani kekerasan yang melanda wilayah Thailand selatan. Desakan ini disampaikan menyusul tewasnya ratusan pemuda militan dalam bentrokan dengan pasukan keamanan Thai di dekat perbatasan Malaysia tersebut, Rabu (28/4/2004) kemarin."Yang tidak kami inginkan adalah hal ini bisa diperburuk dengan adanya perasaan ketidakpuasan dalam masyarakat. Apapun yang terjadi, ini perlu ditangani dengan hati-hati," tegas Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia Syed Hamid Albar pada konferensi pers di Malaysia."Ada begitu banyak kematian, kekerasan. Meski ini masalah domestik Thailand, kami ingin agar insiden domestik itu tidak meluas ke perbatasan kami," tuturnya seraya menambahkan bahwa situasi ini merupakan "keprihatinan serius" bagi Malaysia."Isu ini perlu diselesaikan. Saya pikir mereka (pemerintah Thailand) perlu menelaah ini dengan cermat," tandas Menlu, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (29/4/2004).Sebagian besar penduduk Thailand adalah pemeluk agama Budha. Namun sekitar lima persen populasinya adalah kaum Muslim, yang kebanyakan tinggal di lima provinsi di Thailand selatan yang berbatasan dengan negeri Jiran.Pada bentrokan kemarin, pemerintah Thai menyatakan bahwa sebanyak 107 militan Muslim tewas, begitu pula dengan lima personel keamanan Thai.
(ita/)











































