Kalau Ba'asyir Diambil Polisi, Bisa Ada Pertumpahan Darah
Kamis, 29 Apr 2004 15:43 WIB
Jakarta - Jika polisi bersikeras akan menangkap Abu Bakar Ba'asyir setelah masa tahanan selesai besok, tidak tertutup kemungkinan akan terjadi bentrok antara pendukung Ba'asyir dengan polisi."Kami prediksi, kalau besok (Ba'asyir) diambil polisi, ini akan terjadi pertumpahan darah," kata Akhmad Khalid selaku kuasa hukum Ba'asyir di Rutan Salemba Jakarta, Kamis (29/4/2004).Bukan itu saja, lanjut dia, jika besok terjadi bentrok, tidak menutup kemungkinan akan merembet ke dalam Rutan Salemba."Di dalam ada ribuan tahanan. Tidak menutup kemungkinan clash antara laskar dan petugas LP merembet ke sana," ujarnya.Akhmad pun menilai polisi dalam hal ini bersikap terlalu arogan. "Polisi jangan arogan. Da'i (Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar) jangan seenaknya saja. Apakah seorang Da'i mau melihat masyarakatnya seperti ini demi orang asing. Apa dia merasa kalah kalau dia mundur sedikit," tukasnya.Jika penahanan terhadap Ba'asyir tetap dilakukan, lanjut Akhmad, pihaknya akan mengajukan pra peradilan, dan juga melapor ke Komnas HAM dan DPR. "DPR jangan tidur dong, polisi ini sudah sangat arogan," ucapnya.Pada kesempatan yang sama, Koordinator Lapangan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Ustad Jamal memaparkan, kekuatan Laskar MMI dan pendukung Ba'asyir lainnya akan bertambah malam nanti."Dari FPI (Front Pembela Islam) untuk nanti malam sampai besok bisa 1.000 orang. Sedangkan Laskar MMI lainnya sudah dalam perjalanan dari Solo dan Yogya menuju Jakarta," urainya.Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung mengungkapkan, surat perintah penahanan Ba'asyir sedang digarap. Ba'asyir segera ditahan setelah habis masa status tahanan sebagai terpidana pada Jumat 30 April 2004.Menurut Suyitno, polisi memiliki bukti baru mengenai kegiatan Ba'asyir di Filipina yang bertindak sebagai inspektur upacara di Kamp Hudaibiyah.
(sss/)











































