Rusia Mulai Meragukan Tujuan Program Nuklir Iran

Rusia Mulai Meragukan Tujuan Program Nuklir Iran

- detikNews
Rabu, 10 Feb 2010 09:25 WIB
Rusia Mulai Meragukan Tujuan Program Nuklir Iran
Moskow - Pemerintah Rusia mulai menunjukkan sikap kerasnya terhadap Iran. Dikatakan bahwa langkah pengayaan uranium yang baru saja dimulai Iran mendatangkan keraguan akan tekadnya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

Hal itu disampaikan kepala Dewan Keamanan Nasional Rusia, Nikolai Patrushev kepada wartawan di Moskow, Rusia.

Dikatakan Patrushev, keputusan Iran untuk melakukan pengayaan uranium meningkatkan keraguan akan niatnya soal program nuklir yang dijalankannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iran mengklaim tidak sedang mencoba mengembangkan senjata nuklir," kata Patrushev seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (10/2/2010).

"Namun tindakan-tindakan seperti memulai pengayaan uranium hingga 20 persen meningkatkan keraguan di negara-negara lain dan keraguan ini sangat berdasar," cetus Patrushev.

Pemerintah Iran pada Selasa, 9 Februari kemarin telah mengumumkan dimulainya proses pengayaan uranium hingga 20 persen. Ini berarti mengabaikan desakan negara-negara Barat yang telah mengingatkan akan adanya sanksi-sanksi baru jika Iran tidak menghentikan aktivitas nuklirnya.

Pernyataan Patrushev ini merupakan statemen keras yang tidak biasa dari pemerintah Rusia. Sebab selama bertahun-tahun pemerintah Rusia terus membela Iran dengan mengatakan tidak ada bukti bahwa Iran sedang berupaya mengembangkan senjata nuklir.

Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengeluarkan pernyataan senada. Dikatakan bahwa keputusan Iran untuk melakukan pengayaan uranium telah meningkatkan keraguan akan kemurnian tujuan program nuklir Iran.

Negara-negara Barat selama ini mengkhawatirkan Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata nuklir lewat program nuklirnya. Namun pemerintah Iran bersikeras bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit listrik.

(ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads