"Luar biasa dia dapat keluar setelah 27 hari. Ini sangat menakjubkan, dan kami bersyukur dapat menemuinya di sini," ujar dokter rumah sakit Universitas Miami, dr Dushyantha Jayaweera, seperti dilansir AFP, Rabu (10/2/2010).
Menurut dr Jayaweera, pasien kini berada dalam pengawasan ketat. Namun hasil prognosis menunjukkan pasien dalam keadaan sangat baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Senin siang kemarin, pasien dibawa oleh keluarganya, dia tampak kurus dan mengalami dehidrasi," tambahnya.
Dokter Jayaweera mengatakan, berdasarkan informasi dari ibu korban, Monsigrace ditemukan oleh orang-orang yang saat itu tengah membersihkan puing-puing. Saat ditemukan, Monsigrace sangat bingung namun tak ada kerusakan pada bagian dalam tubuhnya.
"Saya pikir ini menjelaskan orang-orang yang tidak putus asa mencari orang yang disayanginya, mereka tetap mencari dan tetap berharap," jelas dr Jayaweera.
Menurut anggota regu penyelamat, kata dr Jayaweera, tidak dimungkinkan memperoleh akses makanan atau pun air selama 27 hari berada di reruntuhan puing. Bertahan hidup lebih dari 10 hari tanpa air merupakan hal yang sangat luar biasa.
Korban gempa Haiti yang terakhir ditemukan hidup adalah seorang remaja berusia 16 tahun bernama Darlene Etiene. Dia bertahan selama 15 hari tanpa mendapatkan makanan atau pun minum sampai akhirnya tim penyelamat menemukannya pada 27 Januari 2010 lalu.
(ddt/nrl)











































