Anggaran Riset Minim, Plagiarisme Marak

Kasus Plagiarisme

Anggaran Riset Minim, Plagiarisme Marak

- detikNews
Rabu, 10 Feb 2010 05:28 WIB
Jakarta - Kasus dugaan plagiarisme oleh Profesor Anak Agung Banyu Prawita disinyalir timbul akibat kurangnya anggaran pendidikan di bidang riset. Selama anggaran riset minim, maka kasus plagiarisme akan marak.

"Anggaran riset sangat minim, sehingga tidak melakukan riset secara mendalam. Sehingga kemudian orang melakukan plagiat," ujar Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Rijalul Imam, kepada detikcom, Selasa (9/2/2010) malam.

Namun, Menurut Rijal permasalahan ini harus didudukan secara proporsional, dimana banyak karya ilmiah yang serupa di berbagai belahan dunia. Pemerintah pun diminta mengatur mengenai karya tulis dapat dikatakan plagiat dan atau memang hanya mirip.

"Di dunia internasional kan ada banyak karya yang sama, itu harus ada ketentuan hukum yang mengaturnya," imbuh Rijal.

Sementara itu, terkait penurunan pangkat yang dialami oleh 1.820 guru di Pekanbaru karena karya ilmiahnya tidak orisinil. Rijal menyatakan, sebaiknya pemerintah mengkaji penyebab terjadinya hal tersebut.

"Kita juga menuntut kepada pemerintah, kok bisa ribuan guru mangalami hal yang sama. Ini problem pendidikan. Pemerintah harus introspeksi," tandasnya.
(ddt/rdf)


Berita Terkait