"Ada 7 nama, salah satunya saya sebut MT. Kita lagi mencari siapa orang ini, kenapa dia transaksi besar, dan kenapa dia transaksi terjadi ketika pada periode PMS akhir kedua, dan seterusnya," jelas Andi Rahmat.
Hal itu dikatakan Andi ketika jeda sidang pansus di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi menceritakan, dalam mengirim uang, MT seringkali mengubah-ubah namanya. Misalkan saja namanya Muhammad Tjiptarjo, pertama dia kirim ke rekening dia sendiri di bank lain atas nama Muhammad Tjiptarjo.
"Tidak lama di rekening ini ditulis juga Tjiptarjo Tjip Muhammad Tjiptarjo. Jadi nulis namanya nggak konsisten," tuturnya.
Jika dibandingkan dengan nama nasabah lainnya, maka nasabah lainnya itu konsisten. "Misalkan BS (budi Sampoerna), itu tulisannya benar," katanya.
Dalam sekali transaksi, MT dapat berubah 3 kali namanya. "Jadi anda bayangkan, dia ke sana membawa 3 slip dan 3 nama berbeda dalam slip itu," jelasnya.
Berapa jumlah transaksinya? "Puluhan M lah. Kadang-kadang pakai dolar, valas. Transaksinya juga banyak. Kadang dia ke Bank suatu kampung di Jawa Tengah," ujarnya.
Akan tetapi, Andi mengaku belum tahu pekerjaan MT lebih lanjut. Katanya, MT bukan juga anggota dewan. "Kita belum tahu profil rekeningnya, kata PPATK kalau ada permintaan, itu bisa (dilanjuti)," jelasnya.
Informasi tambahan terkait MT ini datang dari anggota Pansus Aziz Syamsudin. "MT ini merupakan nasabah Bank Century cabang Senayan," tutup Aziz.
(amd/ndr)










































