Gerakan Pemenangan Mega Dideklarasikan di Yogya

Gerakan Pemenangan Mega Dideklarasikan di Yogya

- detikNews
Kamis, 29 Apr 2004 13:42 WIB
Yogyakarta - Pilpres masih Juli nanti, tapi gerakan penggalangan telah dimulai. Misalnya saja, puluhan warga Yogyakarta mendeklarasikan Gerakan Pemenangan Megawati (GPM), Kamis (29/4/2004).Deklarasi yang bertujuan untuk memenangkan Megawati ke kursi presiden 2004-2009 itu dilangsungkan di bekas reruntuhan kantor DPC PDIP Kota Yogyakarta yang pernah dirusak massa PDI pro-Surjadi tahun 1996 dan juga pernah hendak dibakar massa pada akhir tahun 2000-an.Di lokasi deklarasi, juga terpasang beberapa spanduk. Di antaranya bertuliskan "Tolak Capres Orba yang Militeristik"; "Mega for President" dan "Gerakan Pemenangan Megawati." Semua peserta deklarasi juga mengenakan ikat kepala putih dengan tulisan merah bertuliskan GPM.Aksi yang digelar sekitar pukul 11.00 WIB itu dimulai dengan mengumandangkan lagu kebangsaan "Indonesia Raya," kemudian dilanjutkan dengan berbagai orasi. Dalam orasinya yang disampaikan oleh Ketua GPM Totok Ispurwanto, dikatakan, bahwa tanda-tanda kembali kekuatan Orde Baru yang militeristik tampak nyata saat ini, terutama menjelang pemilihan presiden.GPM sendiri merupakan gabungan warga masyarakat Yogyakarta dari berbagai elemen, terutama kaum nasionalis yang berasal dari lintas agama dan etnik yang ingin mengantarkan Mega ke kursi presiden RI tahun 2004-2009.Totok juga mengatakan, selama 3 tahun memerintah, Mega bisa dikatakan berhasil meletakkan dasar-dasar kebijakan strategis di berbagai bidang. Komitmen Mega terhadap NKRI juga mencolok sehingga Indonesia tidak terpecah belah. GPM juga mengajak elemen masyarakat lainnya untuk bergabung menyukseskan Mega dalam pemilihan presiden mendatang serta merekomendasikan untuk berduet dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X."Kami juga merekomendasikan Sri Sultan HB X untuk menjadi wakil presiden karena sosok beliau sebagai seorang yang punya kepedulian terhada rakyat. Duet Megawati dengan Sri Sultan HB X adalah pasangan yang tepat di masa depan," kata Totok. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads