Dari 6 orang tersebut, 5 di antaranya adalah warga Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan. Mereka masing-masing Kalis (53), Yulistoro (52), Ratno (46), Slamet Suprihatin (39) dan Marsudi. Sedang satu korban lainnya, Ovisina (38), warga Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan Kota Yogyakarta. Sebagian besar mereka adalah berprofesi sebagai karyawan swasta, buruh dan tukang becak.
Kasatreskrim Poltabes Yogyakarta, Kompol Syaiful Anwar, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya keenam orang itu tewas usai pesta miras oplosan bersama sejumlah orang pada hari Sabtu 6 Februari 2010 malam.
Minggu pagi hingga siang, beberapa korban merasakan perut mual dan muntah-muntah. Oleh keluarga dan tetangga, mereka dilarikan ke RS, di antaranya di RSUD Wirosaban dan RS PKU Muhammadiyah.
"Mereka meninggal tidak secara bersamaan tapi waktunya berbeda-beda. Ada yang hari Minggu sore, Senin dan hari ini, seperti korban warga Prawirodirjan itu," kata Syaiful di Mapoltabes Yogyakarta di Jalan Reksobayan, Selasa (9/2/2010).
Syaiful menambahkan, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan di TKP. Barang bukti yang diamankan di antaranya satu plastik miras oplosan yang masih tersisa serta beberapa alat milik penjual.
"Penjual masih kita mintai keterangan sebagai saksi dan barang bukti sudah kita amankan. Kami masih melakukan penyelidikan. Sementara ini jumlah korban meninggal berdasarkan laporan hanya 6 orang," pungkas dia.
(bgs/djo)











































