"Kita setuju dibuat itu. Masa sudah miskin, tapi uangnya untuk hal yang tidak berguna. Kemudian minta bantuan kesehatan, ini tidak lucu," kata pengurus YLKI Tulus Abadi saat dihubungi detikcom, Selasa (9/2/2010).
Tulus menjelaskan, aturan tersebut sudah diberlakukan di Padang dan Balikpapan. "Rokok membuat kemiskinan di Indonesia," tandasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari 60 juta perokok di Indonesia, 70 persennya adalah warga miskin. Padahal seharusnya uang itu tidak digunakan untuk hal yang tidak berguna.
"Kebijakan agar warga miskin perokok tidak diberi jaminan kesehatan harus didukung. Ini juga agar mereka menggunakan uangnya dengan benar. Selama ini banyak orang miskin yang uangnya buat beli rokok," kata aktivis antirokok ini.
Pemprov DKI mempertimbangkan untuk mencabut Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Keluarga Miskin (JPK GAKIN) dari mereka yang merokok.
“Kami akan rumuskan langkah ketidakberpihakan terhadap para perokok tersebut. Percuma saja Pemprov menyediakan biaya yang tidak sedikit untuk para perokok itu melalui program Gakin,” tegas Gubernur DKI Fauzi Bowo di Balaikota.
(ndr/iy)











































