"Wah, kita gak tahu asal-muasalnya dia. Kami juga gak tahu dia bisa baca tulis. Tapi dia sering baca koran bekas. Habis orangnya tertutup dan pendiam. Kalau ngumpul-ngumpul, dia tertutup," kata Erwin (32), pemulung yang ditemui detikcom, di Jalan Benda, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, (9/2/2010).
Meski tak ada yang tahu latar belakangnya Saleh, siapa nyana, dia calon sarjana hukum dan telah menempuh Kuliah Kerja Nyata (KKN). Masa perkuliahannya dia habiskan di IAIN Sumatera Utara Fakultas Syariah, pada tahun 90-an. "Dia telah mencapai tingkat IV atau semester 8," kata kuasa hukum Chairul Saleh, Raja Nasution saat dihubungi detikcom, Selasa, (9/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lantas dia mengambil kuliah di IAIN Sumatera Utara Fakultas Syariah (Hukum Islam)," kisahnya.
Karena suatu sebab, malang mendera kehidupannya. Kuliah tak bisa selesai. Lantas dia mencoba mengadu nasib di Jakarta. Sayang, takdir dan nasib baik tak berpihak kepadanya. Tingkat pendidikannya tercermin dalam setiap sidang seperti berlaku sopan, tidak plin-plan dan keterangan tidak berbelit-belit.
"Saya dis ini sejak 2000-an, tapi Saleh sudah ada. Sudah lama dia disini," kisah pemulung lainnya, Baron (23).
(asp/anw)










































