"Kurang tahu masalah itu," ujarnya singkat saat dikonfirmasi detikcom tentang tuduhan plagiarisme, Selasa (9/2/2010).
Lebih lanjut, Banyu pun mengaku tidak ada dan tidak tahu soal tudingan tersebut. Apakah masalah ini menjadi ramai di Unpar pun, Banyu enggan menjawab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keterangan ini berbeda dengan keterangan Rektor Unpar Dr Cecilia Lauw yang dilansir mediaparahyangan.com pada Jumat (5/2/2010) lalu. Menurut Cecilia, tudingan plagiarisme ini mengagetkan dan dia langsung memanggil Banyu.
"Saya sangat terkejut. Saya baru tahu pada saat itu. Kemudian Pak Banyu saya panggil," kata Cecilia.
Sementara dukungan untuk Banyu mengalir dari sesama kolega dan para mahasiswanya. Dalam facebook Banyu, teman-temannya memberi dukungan sekalian mengucapkan selamat ulang tahun pada 6 Februari 2010.
The Jakarta Post,Β Kamis (4/2/2010), menyatakan menarik sebuah artikel yang ditulis Banyu berjudul 'RI As A New Middle Power?' yang telah dimuat pada 12 November 2009. Tulisan ini dinilai menjiplak artikel sebuah jurnal ilmiah Australia. The Jakarta Post meminta maaf kepada pembaca dan penulis asli artikel tersebut Carl Ungerer. (fay/iy)











































