Panglima TNI Perintahkan Tembak Sniper di Ambon

Panglima TNI Perintahkan Tembak Sniper di Ambon

- detikNews
Kamis, 29 Apr 2004 11:48 WIB
Jakarta - Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto telah memerintahkan Pangdam Patimura Mayjen TNI Syarifudin Sumah untuk mencari dan menangkap sniper di Ambon. Bila ketemu harus ditembak.Hal ini diungkapkan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto usai rapat Polkam membahas masalah Aceh bersama jajaran PDMD di kantor Menko Polkam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (29/4/2004)."Saya sudah perintahkan Pangdam kalau ketemu karena mereka sudah menembak orang sipil ya harus ditembak lagi," kata Panglima.Seperti sudah diketahui, masyarakat Ambon dilanda rasa cemas karena adanya sniper yang beraksi di kota tersebut. Sniper-sniper itu dikhabarkan bersembunyi di puing-puing bangunan.Sedangkan mengenai keberadaan sniper, menurutnya, kemungkinan senjata yang dimiliki sniper merupakan senjata yang belum berhasil disita aparat beberapa waktu sebelumnya.Namun, TNI maupun jajaran aparat di Ambon harus tetap melaksanakan operasi teritorial. TNI bertugas memberikan semua data yang dimiliki untuk diserahkan kepada pihak kepolisian maupun pihak jajaran di Ambon.Lebih lanjut, Panglima mengatakan tidak akan melakukan penambahan pasukan di Ambon mengingat kondisi disana masih bisa dikendalikan kepolisian dan kedua komunitas di Ambon tidak terprovokasi. "Kita tidak perlu menambah pasukan. Kalau kedua komunitas tidak terprovokasi RMS maka tidak perlu ada penambahan," ujarnya.Dalam kesempatan itu, Panglima menilai bahwa semua kelompok di Ambon melihat pokok permasalahan terletak pada RMS atau FKM yang akan mebebaskan diri dari NKRI. "Kalau mereka sudah punya satu kesamaan seharusnya tidak terprovokasi dari masalah RMS ke masalah komunitas disana<'katanya. "Kalau kedua kelompok tidak terprovokasi apapun provokasi dari RMS tidak akan mempengaruhi dua komunitas dan menjadi musuh bersama. Dalam waktu singkat saya optimis ini akan terselesaikan," demikian Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto. (aan/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads