Buat Makan Saja Susah, Kok Beli Ganja

Pemulung Dituduh Memiliki Ganja

Buat Makan Saja Susah, Kok Beli Ganja

- detikNews
Selasa, 09 Feb 2010 12:46 WIB
Buat Makan Saja Susah, Kok Beli Ganja
Jakarta - Sepanjang Jalan Benda, Kemayoran, Jakarta Pusat nampak lengang. Di seberangnya, sebuah rel kereta api terhampar memanjang. Di sisi kanan dan kiri, nampak satu-dua pemulung tiduran melepas lelah.

"Jam segini lagi pada memulung semua. Nanti malam, baru keliatan semua dan tiduran sepanjang rel," kata Robi (45), warga Kelurahan Kepa, Kemayoran, Jakarta Pusat kepada detikcom, Selasa (9/2/2010).

Beratap langit, beralas tanah dan dirimbuni pepohonan inilah, Chairul Saleh (38), ditangkap dengan tuduhan memiliki ganja. Sontak, seluruh pemulungpun kaget dan tak percaya. " Oh, Soleh. Itu sih teman baik kita," tambah Erwin (32), teman memulung Sholeh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di kalangan pemulung, dia dipanggil Soleh. Terkenal tertutup dan sopan. Diapun rajin ibadah dan selalu menjaga jarak dengan hal-hal maksiat. "Jangankan beli ganja, deketin cewek aja dia takut," ujarnya.

Sebagai pemulung, Saleh berangkat memulung dari pagi pukul 07.00 WIB hingga
siang hari. Lantas, hasil pulungan dijual untuk makan siang. Jakarta yang terik, membuat para pemulung istirahat tiduran di bawah pohon. Jika sore mulai menyapa, mereka pun mulai memulung lagi untuk makan malam. "Sehari dapat Rp 30 ribu sudah bagus. Lah, masak, buat beli ganja? Tidak mungkin," tegasnya.

Saleh bersama teman-teman seprofesinya memulung barang bekas dari kertas putih hingga botol bekas. Dikejar Tramtib atau diusir saat sedang tidur sudah biasa. "Kami tidur ya di samping rel. Kalau hujan, milih berteduh di bawah pohon. Kalau hujannya kencang, ya kebasahan," pungkasnya.
(asp/anw)


Berita Terkait