Dikatakan Meshaal, Hamas menginginkan perjanjian rekonsiliasi dengan gerakan Fatah pimpinan Presiden Palestina Mahmoud Abbas secepat mungkin. Hal itu disampaikan Meshaal pada konferensi pers usai pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov yang mengundangnya ke Mosko, Rusia.
"Sayangnya, ada serangkaian hambatan untuk rekonsiliasi cepat, pertama-tama adalah pengaruh eksternal dan tekanan dari AS," kata Meshaal. Menurutnya, AS menggunakan berbagai cara untuk menghambat upaya rekonsiliasi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hamas telah memenangi pemilihan parlemen pada tahun 2006 namun belum diakui sebagai partai dominan karena perpecahannya dengan Fatah. Hamas mengambil alih kekuasaan di Jalur Gaza setahun kemudian dalam pertempuran dengan pasukan Fatah.
(ita/iy)











































