Cegah Kasus Nova Berulang, Pasang Info Seadanya Saja di FB

Sisi Buruk Facebook

Cegah Kasus Nova Berulang, Pasang Info Seadanya Saja di FB

- detikNews
Selasa, 09 Feb 2010 11:57 WIB
Cegah Kasus Nova Berulang, Pasang Info Seadanya Saja di FB
Jakarta - Novai (14) berkenalan dengan Febriari (18) lewat Facebook. Keduanya intens berkirim pesan sejak 5 bulan lalu. Meski dipisahkan oleh jarak, Nova di Sidoarjo, Jawa Timur, dan Ari di Tangerang, keduanya cukup hangat menjalin hubungan lewat dunia maya.

Bahkan, pada tanggal 20 Januari 2010, Ari membuat status 'Married' di akun Facebooknya. Lewat perkenalan di Facebook tersebut, akhirnya Nova dibawa kabur oleh Ari hingga 3 hari saat berkunjung ke Jakarta.

Kasus ini, menurut penggiat kampanye "Be Wise While Online" dalam program Internet Sehat - ICT Watch, Donny BU, adalah gambaran sisi negatif Facebook. Identitas diri yang terlalu lengkap dipajang di akun Facebook bisa menjadi pemicu munculnya kasus serupa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangan terlalu lengkap memasang profil atau data diri di Facebook. Tentunya semakin lengkap profil/data diri terpasang, semakin mudah mendapatkan teman. Tetapi di sisi lain, semakin beresiko pula data diri kita disalahgunakan (abused)," jelas Donny.

Selain itu, jangan memasang foto-foto diri yang tidak nyaman untuk disebarluaskan. Sebab, meski foto tersebut diposting di akun Facebook pribadi, sama saja dengan menyebarluaskan foto ke publik.

"Sekali terposting dan tersebar, maka sangat sulit (dan nyaris mustahil) Anda bisa mencabut foto Anda dari Internet. Maka, selektiflah dalam berpose dan memposting foto Anda," lanjutnya.

Tips berikutnya, jangan sembarangan 'add friend' atau melakukan approval atas permintaan seseorang untuk menjadi teman. Cara memilah dan memilihnya mudah, yaitu lihat saja berapa jumlah "mutual friends" antara Anda dengan seseorang tersebut.

"Semakin sedikit "mutual friends"-nya, berarti semakin sedikit teman-teman Anda yang kenal dengan dirinya, yang berarti semakin berisiko tinggi. Pastikan Anda hanya menerima "pertemanan" yang "mutual friends"-nya cukup banyak," terang Donny.

Lebih lanjut Donny menjelaskan, para pengguna Facebook jangan sembarangan menerima tag photo. Jika ada foto diri yang di-upload dan di-tag oleh orang lain, padahal foto tersebut tidak layak untuk disebarluaskan, maka langsung saja 'un-taged' foto tersebut.

"Jangan tunda-tunda, ketika Anda menemukan data atau profil Anda digunakan oleh pihak lain untuk hal-hal di luar kontrol Anda, segeralah bertindak. Membiarkannya, justru akan membuatnya makin berlarut dan berdampak destruktif, setidaknya untuk kenyamanan diri sendiri. Laporkan langsung ke pengelola layanan tempat kejadian 'impersonation', untuk segera mencabut informasi aspal (asli tapi palsu) tersebut. Atau, mintalah bantuan pada orang atau pihak yang sekiranya bisa atau paham bagaimana mengatasi hal di atas," tutupnya.
(mad/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads