PD Minta Pansus Luruskan Pandangan

Kasus Century

PD Minta Pansus Luruskan Pandangan

- detikNews
Selasa, 09 Feb 2010 10:00 WIB
PD Minta Pansus Luruskan Pandangan
Jakarta - Partai Demokrat menganggap perbedaan pandangan dengan partai koalisi soal Century biasa saja. Namun PD ingin Pansus Century memanggil pelaku perbankan untuk meluruskan pandangan.

"Kesimpulan awal ini saya anggap wajar-wajar saja, akhirnya di kesimpulan akhir," kata Sekjen PD Amir Syamsuddin kepada detikcom, Selasa (9/2/2010).

Amir sepakat tentang keganjilan perubahan peraturan BI tentang penetapan CAR minimum. Tapi Amir meminta Pansus meluruskan pandangan bahwa penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik sudah tepat.

"Masalah kriteria Bank Century berdampak sistemik, mengapa mereka juga menganggap hal itu keliru? Seharusnya mereka mendengar ahlinya," kata Amir.

Oleh karena itu, Amir menyarankan Pansus memanggil pelaku perbankan. Menurut Amir, pelaku perbankan akan memberikan penjelasan yang cukup jelas sebelum parpol koalisi mengambil kesimpulan akhir.

"Bisa dipanggil Perbanas, masyarakat pasar modal, Kadin, mereka yang tahu keadaan ekonomi waktu itu. Itu lebih memberi pencerahan ketimbang Pansus menghadirkan orang yang hanya pandai beretorika," usul Amir.

Amir meminta Pansus mendengarkan usulnya. Jika tidak, menurut Amir, masyarakat akan semakin tidak percaya pada Pansus.

"Supaya tidak terus muncul isu kriminalisasi di dalam Pansus. Masyarakat butuh pencerahan, Pansus tidak cukup hanya galak saja dan harus ada solusinya," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan beberapa fraksi koalisi berbeda pendapat dengan PD terkait mekanisme merger, Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek, dan penanaman modal asing (PMA) Bank Century. FPG, FPAN, FPPP, dan FPKS bahkan mencium ada pelanggaran hukum dan korupsi. Sementara FPKB bermain aman menuding kesalahan pengawasan BI.

Sementara itu di oposisi, PDIP, Gerindra dan Hanura sama-sama keras memandang bailout tidak berdasar hukum. Hanura menyebut 10 instansi terindikasi melakukan korupsi.
(van/nrl)


Berita Terkait