Rombongan Pemeriksa Rumah Aliran Sesat Terperosok

Rombongan Pemeriksa Rumah Aliran Sesat Terperosok

- detikNews
Senin, 08 Feb 2010 22:23 WIB
Cirebon - Belasan wartawan, polisi dari Polda Jabar, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, terperosok kedalam kolam setinggi 3 meter yang berada di markas aliran Surga Eden yang diduga sesat, Senin (8/2/2010) sore.

Meski peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun dua wartawan, Masyhuri Wahid (Indosiar), Yus Firdaus (Elshinta), dan Salim Umar ketua Komisi Fatwa MUI Jabar, terkilir pada bagian kaki dan tangannya. Sementara itu, belasan lainnya basah kuyup akibat tercebur kolam yang berada di bagian bawah Markas Aliran Surga Eden.

Tidak hanya itu, sejumlah kamera dan barang elektronik lainnya yang dibawa rombongan turut tercebur kedalam kolam. Rombongan terperosok diduga karena, kayu penahan rumah tersebut tidak kuat menahan beban.
Β 
Peristiwa tersebut berawal, saat rombongan memasuki rumah istana milik pimpinan aliran Surga Eden, Ahmad Tantowi yang berada di Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon. Rumah yang roboh merupakan rumah kedua milik Ahmad Tantowi yang diperiksa rombongan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu, rombongan memasuki pintu utama. Selanjutnya, saat akan masuk ke dalam ruangan lain. Rombongan secara bergerombol memadati pintu kedua yang sedang dibukakan kuncinya.

Pada bagian bawah ruangan tersebut, terdapat kolam setinggi 3 meter. Sementara, lantai penopang rumah tersebut hanya terbuat dari lempengan kayu yang diduga sudah rapuh.

Ketika rombongan menunggu pintu terbuka, tiba-tiba lantai roboh. Seluruh rombongan yang berada paling depan ikut terperosok ke dalam kolam yang berada dibawah rumah tersebut. Suasana kepanikan karena rombongan yang terperosok tertimpa puing-puing kayu.

Teriakan minta tolong dan kesakitan sempat menambah suasana mencekam, selanjutnya rombongan satu persatu dievakuasi dengan menggunakan tangga oleh rombongan lain yang berhasil menyelamatkan diri. Setelah insiden tersebut terjadi, akhirnya pemeriksaan dihentikan.

"Meski ada kejadian ini namun pemeriksaan terhadap aliran sesat tersebut masih terus ditindak lanjuti," ujar Salim Umar ketua Komisi Fatwa MUI Jabar dengan kondisi basah kuyup.
(nwk/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads