Pengamat Politik: Debat Terbuka Capres Tetap Perlu
Kamis, 29 Apr 2004 09:02 WIB
Jakarta - Pengamat politik LIPI Alfitra Salam mengatakan ada atau tidaknya ketentuan, tetap perlu ada debat terbuka capres. Dengan demikian, masyarakat dapat menilai kualitas capres yang akan dipilih."Saya kira walaupun tidak ada ketentuannya, diperlukan debat terbuka capres sehingga masyarakat bisa melihat apa yang ditawarkan capres," ujarnya ketika dihubungi detikcom, Kamis (29/4/2004). Pernyataan Alfitra menanggapi rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang akan mencantumkan keharusan seorang capres melakukan debat terbuka dalam keputusan tentang tata cara kampanye peserta pemilihan presiden dan wakil presiden."Kami akan mengadakan debat publik secara resmi. Aturan itu akan disahkan pada akhir Mei 2004. Sedangkan masa resmi kampanye sendiri dimulai 1 sampai 30 Juni mendatang," kata Ketua Pokja Pencalonan Presiden Anas Urbaningrum, kemarin.Menurut Alfitra, adanya debat terbuka akan memaksa capres untuk menyodorkan susunan kabinetnya jika ingin mendapat dukungan masyarakat. "Capres harus menggodok calon anggota kabinetnya karena itu dapat menjadi salah satu jualannya. Kalau tidak ada susunan kabinet, sulit," lanjutnya.Dia menambahkan sedikitnya ada 2 hal yang akan dijadikan pegangan masyarakat dalam memilih capres. Kedua hal itu adalah konsistensi calon dalam penegakan hukum serta apa yang ditawarkan calon dalam recovery ekonomi.Sementara, pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit mengingatkan agar debat terbuka ditujukan untuk meningkatkan daya kritis masyarakat. "Jangan sampai untuk meningkatkan fanatisme yang berlebihan," tuturnya.
(rif/)











































