SBY-Gus Dur Tiba di RSPAD Selisih 5 Menit
Kamis, 29 Apr 2004 08:05 WIB
Jakarta - Gus Dur, SBY dan Yusuf Kalla sesuai jadwal, memeriksakan kesehatannya di RSPAD Gatot Soebroto, sebagai syarat maju dalam pilpres 5 Juli. Gus Dur dan SBY tiba di RS di kawasan Senen-Jakpus itu di pagi hari, Kamis (29/4/2004).SBY yang pensiunan jenderal itu lebih dulu datang pukul 06.30 WIB. Lima menit kemudian disusul Gus Dur. Yusuf Kalla yang cawapres SBY muncul pukul 07.15 WIB. Pukul 07.40 WIB, istri Gus Dur, Sinta Nuriyah, juga ikut-ikutan memasuki ruang medical check up RSPAD.Selama pemeriksaan kesehatan itu, para kandidat peserta pilpres itu mengenakan pakaian ala pasien RS berwarna biru.Hari ini merupakan hari terakhir pemeriksaan kesehatan bagi capres dan cawapres untuk gelombang I. Gelombang II akan dibuka 10-13 Mei.Sebelumnya, Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin dan Ketua Umum Pengurus Besar IDI Prof Dr FA Moeloek menandatangani nota kesepahaman tentang penetapan kriteria pemeriksaan kesehatan capres/cawapres sesuai dengan UU No 23/2003 tentang Pemilihan Presiden.Menurut Moeloek, IDI menyediakan 60 dokter spesialis dengan kompetensi dan kredibilitas tinggi yang telah bekerja minimal 15 tahun sebagai dokter spesialis, yang akan memeriksa para capres dan cawapres. "Standar pemeriksaan yang kami buat adalah standar yang paling minimal yaitu kemampuan standar kesehatan sehingga dapat menjalankan tugasnya dalam lima tahun mendatang," katanya.Pemeriksaan kemampuan rohani dan jasmani capres dan cawapres, lanjutnya, direncanakan berlangsung dalam dua gelombang, yaitu gelombang pertama 26-29 April 2004 dan gelombang kedua 10-13 Mei 2004. Tim pelaksana pemeriksaan kesehatan capres/cawapres itu akan diketuai Broto Warsito, sedangkan Mulyono Soedirman akan bertindak selaku ketua tim pemeriksa. Tim pemeriksa independen itu akan memeriksa setiap harinya maksimal empat calon mulai pukul 07.30 WIB sampai 17.00 WIB.Moeloek memastikan untuk menjaga independensi, anggota tim pemeriksa tidak boleh terkait dengan parpol tertentu, tidak menjadi dokter pribadi salah seorang calon, serta tidak menjadi dokter kepresidenan. Pemeriksaan kesehatan terhadap capres/cawapres akan dimulai dari tahap nol yang meliputi pemeriksaan amnesis, psikiatrik, pemeriksaan jasmani, pemeriksaan penunjang dan pemeriksaan laboratorium.Pemeriksaan itu untuk menemukan adanya distabilitas dari calon yang meliputi system saraf, jantung dan pembuluh darah, pernapasan, bidang penglihatan, telinga hidung dan tenggorokan (THT), sistem hati dan pencernaan serta gangguan fungsi musculos keletal.
(nrl/)











































