Untung sang pengunjung Budi Sulistiyo tidak mudah tertipu. Dia pun bergegas melaporkannya ke petugas keamanan, yang kemudian diteruskan ke polisi.
"Itu cek palsu," kata Kapolsek Cilandak Kompol Doni Adityawarman saat dihubungi detikcom, Senin (8/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat agar lebih waspada. Jangan mudah percaya," imbuh Doni.
Biasanya, di dalam amplop coklat itu terdapat nomor telepon yang bisa dihubungi, serta nama perusahaan yang berlokasi di Surabaya.
"Biasanya juga nomor kontaknya langsung mati begitu tahu ada yang mencurigakan," tutupnya.
Modus cek palsu yang pernah muncul selama ini adalah si penemu yang merasa kasihan pada pemilik cek, akan menghubungi pemilik cek yang ada di dalam cek palsu itu bahwa dia telah menemukan asetnya. Sebagai ucapan terimakasih, si pemilik cek berjanji akan mengirimkan uang terimakasih dalam jumlah besar. Si penemu lalu digiring pergi ke ATM dan ujung-ujungnya saldo tabungan si penemu itulah yang akan dikuras oleh komplotan cek palsu. Jangan sampai modus licik ini melalaikan Anda.
(ndr/nrl)










































