Peristiwa kebakaran itu melanda pemukiman di Jl Cendana, Gang 6 dan Gang 8, RT 8 dan RT 24, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Senin (8/2/2010).
Selain menghanguskan bangunan, kebakaran itu juga menyebabkan 2 warga terluka. Keduanya kemudian dilarikan ke RS Dirgahayu, Jl Gunung Merbabu, Samarinda.
Api mulai berkobar sekitar pukul 12.45 WITA. Api cepat berkobar akibat angin kencang di sekitar lokasi kejadian. Kejadian ini membuat ratusan warga panik.
"Saya kaget saat dengar tetangga teriak-teriak ada kebakaran. Tidak semua harta benda saya bisa diselematkan," kata Erni, warga RT 8.
Kebakaran ini juga membuat Evi, siswi SMPN 4 Samarinda, histeris. Dia menjerit-jerit saat melihat rumahnya terbakar saat pulang dari sekolah.
"Mana ibu saya. Ibu...!" teriak Evi.
Sekretaris Lurah Karang Anyar, Muhammad Joni, mengatakan data sementara menyebutkan 25 rumah hangus. Akibatnya, 90 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Joni juga mengatakan, api diduga berasal dari rumah warga bernama Fadly di RT 8. Api terlihat berkobar di lantai 2.
"Kemungkinan besar korsleting listrik. Kawasan tersebut memang pemukiman padat penduduk," kata Joni.
Hal senada diungkapkan Kapolsekta Sungai Kunjang, AKP Eko Suroso. Namun, sambung Eko, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan hal itu
"Kepastiannya masih kami selidiki,"tukas Eko.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.30 Wita. Sedikirtnya 20 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian.
(djo/djo)











































