"Apa yang dikatakan Denny bisa terjadi 100 persen. Dalam politik apa pun bisa terjadi," kata Ruhut melalui pesan singkat yang diterima detikcom, Senin (8/2/2010).
Bukan sekadar asal bicara, Ruhut lalu menyampaikan analisa kasus Century. Sejak awal Pansus digelar, yang paling ngotot untuk menonaktifkan Boediono dan Sri Mulyani yakni Partai Golkar dan PKS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lucunya, lanjut Ruhut, akhir-akhir ini hanya Sri Mulyani yang dikejar-kejar Pansus karena berkaitan dengan langkah Dirjen Pajak yang hendak memanggil dan memeriksa pengemplang pajak, yang nilainya melebih kasus Bank Century Rp 6,7 triliun.
"Silakan tebak bagaimana ini?" ujarnya.
Sebelumnya Wasekjen DPP Partai Golkar Lalu Mara Satriawangsa menepis pengkaitan kasus pajak dengan Aburizal Bakrie dan kengototan Partai Golkar di Pansus Century. Golkar tidak berpretensi menjatuhkan orang.
Sedang pada Minggu (7/2) Denny Indrayana menyatakan, "Pejuang antikorupsi selevel Boediono dan Sri Mulyani justru dikriminalkan. Padahal, amat mungkin yang mendesain justru adalah kelompok-kelompok yang punya masalah hukum, tidak taat membayar pajak."
(ndr/nrl)










































