SK Baru UAN, Bukti Kebijakan Pendidikan Sekadar Coba-coba
Rabu, 28 Apr 2004 16:17 WIB
Semarang -
Turunnya SK Baru Mendiknas tentang Ujian Akhir Nasional (UAN) Ulangan Tahun Pelajaran 2003 - 2004 yang sedikit merevisi SK sebelumnya, jelas menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan nasional terkesan parsial dan sekadar coba-coba. Tak punya arah sama sekali.Demikian pendapat pengamat pendidikan yang juga Rektor IKIP PGRI Semarang, Sulistyo, kepada detikcom di sela-sela acara Seminar Nasional Pembaharuan Pendidikan dan Peningkatan Kualitas Guru di Hotel Patra Jasa Semarang, Jl. Sisingamangaraja, Rabu (28/4/2004)."SK Baru itu kan turun setelah ada desakan dari berbagai pihak. Kalau tidak ada protes, pasti UAN jalan terus meski banyak potensi masalah di dalamnya. Kebijakan pendidikan macam inilah yang menyakitkan. Tidak jelas," kata Sulistyo dengan nada kesal.Seharusnya, kata dia, kebijakan UAN diikuti dengan program pendukung lainnya. Seperti pelatihan bagi guru, peningkatan sarana dan prasarana, dan perubahan model pembelajaran. Tanpa, sarana tersebut UAN tidak akan berarti apa-apa.Sebagai contoh, lanjutnya, dirinya pernah mengadakan uji coba dalam pelaksanaan UAN di beberapa sekolah pinggiran di Jateng. "Sekitar 40% siswa tidak lulus. Yang salah bukan siswanya, tapi sistem pendukung pendidikannya itu yang nggak ada," terangnya.Dalam dunia pendidikan, Sulistyo yang juga Sekretaris PGRI Jateng ini, mengatakan banyak penyelewengan yang dilakukan guru dan praktisi. Misalnya, guru banyak yang memanipulasi data nilai. Siswa yang seharusnya tidak lulus, dinyatakan lulus."Hal ini berbahaya, tidak mendidik. Bisa-bisa dalam UAN tahun ini, siswa-siswa banyak yang tak lulus gara-gara itu. Untuk itu, kualitas guru harus terus ditingkatkan," tandasnya.Soal dana pendidikan, dia menambahkan terlalu banyak dana yang tidak tepat sasaran. "Masak dana miliaran rupiah habis hanya untuk beli buku? Gedung Gedung sekolah saja banyak yang ambruk. Memangnya buku bisa dijadikan tempat sekolah?" ujarnya setengah bertanya.Sulistyo menjadi salah satu pembicara dalam acara seminar tersebut. Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut juga menghadirkan Amien Rais sebagai key note speaker. Hadir pula guru, kepala sekolah, dan kalangan birokrasi.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































