"Kan beliau cuci darah, biasalah pasti tidak stabil kesehatannya. Kadang baik kadang nggak," ujar mantan Mennegpora Adhyaksa Dault saat dihubungi detikcom, Minggu (7/2/2010).
Informasi itu didapat Adhyaksa dari anak-anak Herman. Meski tidak sering, anak-anak Herman terus memberitahu Adhyaksa perkembangan kesehatan ayahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana dengan masalah persidangan yang sedang dihadapi? "Wah kalau itu saya nggak tahu, soal materi. Beliau kan sudah punya pengacaranya," elak Adhyaksa.
Herman seharusnya sudah hadir di Pengadilan Militer. Namun sudah dua kali kesempatan, Herman tidak kunjung hadir. Jika di persidangan selanjutnya Herman tak kunjung datang, maka kemungkinan persidangan akan dilakukan dengan cara in absentia.
Sebelumnya Herman sempat dijemput paksa dari rumahnya di Taman Telaga Golf, Tangerang, Banten. Herman akhirnya mau menyerahkan diri pada Propam Jaya pada 19 Januari 2009 lalu. Dia menyerahkan diri setelah lebih dari 24 jam dikepung.
Herman diduga melakukan korupsi. Pria 80 tahun ini diduga menguasai tanah-tanah milik TNI saat dia menjadi Komandan Korps Mabes TNI tahun 1970-an. Sejak 10 tahun lalu, Herman sudah dinyatakan DPO. Dia tidak pernah mau hadir saat diundang untuk sidang di Mahkamah Militer.
(mok/mok)











































