Andi Arief: Oposisi Bereaksi Bukan Berdasarkan Data Akurat

Curhat Kerbau

Andi Arief: Oposisi Bereaksi Bukan Berdasarkan Data Akurat

- detikNews
Minggu, 07 Feb 2010 23:31 WIB
Andi Arief: Oposisi Bereaksi Bukan Berdasarkan Data Akurat
Jakarta - Istana bereaksi atas kritikan soal 'curhat kerbau' Presiden SBY. Pihak oposisi, terutama politisi muda PDIP, Budiman Sujatmiko, dinilai hanya bisa mengkritik tanpa berdasar data yang akurat.

"Banyak pihak, termasuk Budiman mengambil langkah beroposisi berdasarkan data yang tidak akurat dan bereaksi tanpa penilaian mendalam," kata staf khusus Presiden, Andi Arief kepada detikcom, Minggu (7/2/2010).

Arief mencontohkan soal kerbau yang dikritik habis oleh Budiman. Seharusnya, imbuh Arief, Budiman bertanya terlebih dahulu kepada Gubernur dari PDIP yang kebetulan hadir di Cipanas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apakah soal kerbau adalah substansi utama pidato SBY dalam pengantar raker di Cipanas. Apakah dalam 2 malam 3 hari raker di Bogor itu presiden atau menteri atau gubernur membahas kerbau?" tanya Arief.

Arief berharap, Budiman bisa lebih bijak dalam mengomentari sesuatu. Agar, lanjut Arief, oposisi bisa terlihat cerdas.

Soal kesejahteraan rakyat, Arief juga meminta agar Budiman bisa bertanya langsung kepada Teras Narang (wakil ketua pokja tata ruang, pertanahan, perubahan iklim), Bibit Waluyo (wakil ketua pokja program pro rakyat), Syahrudin Zp (yang menjadi anggota pokja infrastruktur). "Dan beberapa Gubernur dari PDIP yang menjadi anggota pokja ketahanan pangan, ketahanan energi, dan polhukam," tambahnya.

Dengan mengecek terlebih dahulu, Arief berharap, kualitas oposisi akan semakin meningkat. Bukan hanya asal mengkritik setiap kebijakan pemerintah.

"Termasuk tokoh lain semacam Din Syamsudin bisa bertanya pada menteri dan gubernur yang berlatar belakang Muhammadiyah. Juga berlaku bagi tokoh yang ada hubungan dengan menteri atau gubernur yang berasal dari Golkar, PKS, PKB, PAN, dll," tandasnya.

(mok/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads