Menjelang UAN, Peserta Bimbel di Padang Melonjak
Rabu, 28 Apr 2004 15:30 WIB
Padang - Kebijakan pemerintah mematok nilai minimal 4,01 untuk dapat lulus Ujian Akhir Nasional (UAN) bagi siswa SLTP dan SMU/SMK, membuat sejumlah siswa dan orangtua siswa di kota Padang cemas. Agar lulus, sejumlah orangtua siswa itu berinisiatif memasukkan anak mereka ke pusat bimbingan belajar (bimbel).Namun, meski sudah mengikuti bimbel, beberapa siswa kelas tiga SLTA yang ditemui detikcom di Bimbel GAMA,Jl. Juanda Padang dan Bimbel Adzkia di Jl. Damar Padang, menyatakan takut tidak mampu memenuhi standar minimal nilai lulus dan menambah jam belajar mereka dua kali lipat dari sebelumnya."Bagaimana tidak cemas, tahun kemarin anak saya yang paling besar tidak lulus UAN. Meski akhirnya dapat lulus setelah ujian ulang, saya tidak ingin anak saya yang sekarang juga tidak lulus. Keinginannya untuk bisa kuliah besar sekali. Kalau tidak lulus, saya takut dia malah stres," ujar Maya, salah seorang walimurid yang ditemui detikcom ketika sedang menunggui anaknya mengambil formulir pendaftaran di sebuah pusat bimbel di Jl. Damar Padang, Rabu (28/4/2004).Maya tidak sendiri. Bersamanya duduk sekitar 8 orangtua siswa yang juga mengantar anak mereka mendaftar di pusat bimbel tersebut. Rata-rata alasan mereka memasukkan anak mereka belajar di pusat bimbel sama dengan Maya: takut anaknya tidak lulus UAN!Besarnya keinginan siswa untuk menambah jam pelajaran di pusat-pusat bimbel itu, diakui oleh General Manajer Pusat Bimbingan dan Konsultasi Belajar Adzkia Padang, Burhan Fatchurrachman. Menurutnya, saat ini siswa yang mendaftar ke Adzkia lebih banyak untuk mengikuti bimbingan UAN dibanding SPMB. Dia sendiri mendukung kebijakan UAN."Saya sepakat, siswa tidak dapat hanya dinilai dari sisi akademis saja. Namun, secara idealisme saya setuju dengan UAN karena dengan itu siswa menjadi tertantang untuk meningkatkan kompetensinya," ujar Burhan. Bikin bimbel jadi panen ya, Pak!
(nrl/)











































