Kasus SARS di Cina, Warga Diimbau Percayai Pemerintah
Rabu, 28 Apr 2004 13:55 WIB
Jakarta - Pemerintah Cina mengimbau warga negaranya untuk mempercayai kemampuan pemerintah dalam upaya mengatasi penyakit SARS yang kembali menyerang negeri itu. Imbauan ini disampaikan di tengah meningkatnya jumlah orang yang diisolasi di ibukota Beijing berkaitan dengan kasus SARS."Sejauh ini, investigasi untuk epidemi SARS di Beijing adalah cepat, akurat dan secara efisien menghemat waktu bagi kampanye mencegah dan mengontrol penyakit ini," demikian disampaikan Deputi Direktur Biro Kesehatan Beijing, Liang Wannian seperti dikutip kantor berita resmi Cina, Xinhua.Masyarakat juga diimbau untuk "mempercayai kapasitas pemerintah untuk mengontrol SARS." Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (28/4/2004).Sejauh ini sudah 700 orang yang diisolasi sejak kasus pertama SARS dilaporkan pada 22 April lalu. "Sejak wabah terbaru SARS ini, 700 orang telah menjalani observasi medis, namun jangan lupa bahwa beberapa telah dibebaskan," tutur Wu Jiang, direktur departemen kontrol penyakit menular Pusat Kontrol Penyakit Beijing.Sejauh ini Cina telah melaporkan satu kasus pasti dan lima tersangka kasus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) di ibukota Beijing, serta satu kasus pasti dan satu tersangka kasus SARS di provinsi Anhui.Tahun lalu wabah penyakit sindrom pernapasan akut dan parah tersebut menewaskan hampir 800 orang dan menginfeksi lebih dari 8 ribu orang di seluruh dunia. Beijing merupakan kota di dunia yang paling parah diserang virus mematikan ini.
(ita/)











































