Jabatan Waketum Jadi Perdebatan di Munas Hanura

Jabatan Waketum Jadi Perdebatan di Munas Hanura

- detikNews
Sabtu, 06 Feb 2010 22:00 WIB
Jabatan Waketum Jadi Perdebatan di Munas Hanura
Surabaya - Dalam Musyawarah Nasional (Munas) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) muncul ide pembentukan posisi baru yakni jabatan wakil ketua umum (waketum). Hanya saja, jadi tidaknya jabatan baru itu masih dalam perdebatan di internal partai.

Tarik ulur ada tidaknya jabatan itu bukan hanya terkait dengan penting atau tidaknya jabatan tersebut melainkan juga sosok yang akan menempati jabatan itu.

"Apakah perlu atau tidak jabatan itu, kita bergantung pada ketua umum membutuhkan atau tidak," kata Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (DPP) Hanura demisioner, Fuad Bawazier kepada wartawan di sela-sela Munas Hanura I di Hotel Shangri-La, Jl Mayjend Sungkono, Surabaya, Sabtu (6/2/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jabatan waketum itu, lanjut Fuad, nantinya akan membantu tugas yang diemban oleh ketua umum. Atau dengan kata lain, waketum itu akan melakukan sebagian tugas Wiranto sebagai ketua umum Hanura sehingga keputusan ada tidaknya didasarkan pada keputusan Wiranto.

Sementara itu, Sekjen Hanura demisioner, Yus Usman menyatakan bahwa jabatan waketum dinilai sebagai langkah wajar untuk membantu peran Wiranto. Mengenai siapakah yang akan menduduki jabatan baru itu, Yus menegaskan bahwa Hanura sudah siap karena memiliki kader mumpuni yang cukup banyak.

"Kalau mengenai yang akan menduduki itu ya kita kan sudah memiliki banyak kader yang mumpuni. Sehingga itu bukan masalah yang besar namun sekali lagi jabatan itu bergantung pada ketua umum," paparnya.

Di sisi lain, Wiranto tidak memberikan kejelasan mengenai kepastian ada tidaknya jabatan waketum. Hanya saja mantan Pangab itu menjelaskan di tubuh DPP Hanura harus ada restrukturisasi kepengurusan karena saat ini kepengurusan Hanura sudah dinilai terlalu gemuk.

"Struktur DPP saat ini kegemukan Nah, di Munas ini akan kita reposisi lagi.
Apakah jabatan waketum itu ada? Kita lihat nanti," paparnya.

(stv/irw)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads