"SBY mesti banyak belajar dari Soeharto soal komunikasi politik. Cool, tenang, tapi pada suatu saat dia berbicara berbobot sekali. Langsung seperti senapan retetetetet...," kata pengamat komunikasi politik Tjipta Lesmana.
Hal itu dikatakan Tjipta dalam diskusi 'Pers: Antara Politik dan Kekuasaan' di Warung Daun, Jl Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2/2101).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjut Tjipta, SBY bisa dimakzulkan kapanpun. Namun sekarang memang susah memakzulkan presiden karena ada MK. Tapi secara teoritis tetap bisa, melalui proses yang diatur UUD 45.
"Nah untuk hal begini SBY tak perlu kumpulkan 7 pimpinan lembaga negara. Jadi seperti dia kuliahi publik, publik sudah tahu kok," ucapnya.
(amd/fay)










































