"Itu kewenangan presiden. Sekarang ini, kita urusannya sama pendidikan dan PMI saja," kata JK.
Hal ini disampaikan JK usai ceramah dalam seminar dan lokakarya nasional bertajuk "Revitalisasi Gerakan Muhammadiyah Bidang Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka pramuktamar Muhammadiyah ke-46 di kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Jalan Kapas, Yogyakarta, Sabtu (6/1/2010).
JK menyatakan setuju dengan pendapat Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) terkait isu reshuffle.Β "Kalau saya setuju saja dengan pendapat Pak Ical sebagai Ketua Umum Golkar. Partai Golkar tergantung dengan keputusan presiden saja," ujar dia.
Menurut dia, Golkar harus siap jika reshuffle benar-benar terjadi. Sebab, reshuffle kabinet merupakan kewenangan presiden.
"Ya, Golkar siap saja. Mau ditarik atau tidak ya siap saja. Itu kan tergantung pendapatnya DPP. Saya kan bukan ketua umum Golkar lagi," kata JK yang juga eks Ketum Golkar ini.
Ketika ditanyakan apakah langkah reshufle sudah tepat, JK lagi-lagi menolak berkomentar. "Saya nggak mau berkomentarlah," cetus JK sambil melangkah menuju mobil yang telah siap di depan kampus UAD.
(bgs/aan)











































