Demo Tolak UAN Begitu Kuat

Koalisi Pendidikan:

Demo Tolak UAN Begitu Kuat

- detikNews
Rabu, 28 Apr 2004 11:22 WIB
Jakarta - Koordinator Koalisi Pendidikan, Suparman, menyatakan, rencana aksi turun jalan menolak Ujian Akhir Nasional (UAN) begitu kuat, utamanya dari kalangan pelajar."Itu wajar mengingat pelajar yang paling merasakan kebijakan UAN. Wajar jika mereka memperjuangkan haknya," kata Suparman dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (28/4/2004). Suparman mengingatkan, para pelajar calon pesera UAN mayoritas dari keluarga kurang mampu yang tidak mampu memperoleh fasilitas pendukung pendidikan.Suparman menegaskan, SK Mendiknas No.037/U/2004 tertanggal 26 April 2004 bukan merupakan solusi dan tidak menjawab keinginan masyarakat. "Seolah-olah masyarakat hanya berat di persoalan tidak adanya UAN ulangan atau pada angka minimal 4,01 saja. Itu bukan persoalan. Bahkan dipatok 6,01 pun tidak masalah. Persoalannya adalah, apakah untuk meraih angka 4,01 pemerintah telah membuat kebijakan yang komprehensif?" papar Suparman.Suparman mengingatkan pasal 12 UU Sisdiknas yaitu peserta didik berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai bakat dan minat serta kemampuannya. "UAN dengan standar minimal 4,01 hanya mengukur pada 1 aspek saja, yaitu kognitif dan mengeliminir amanat UU Sisdiknas dan merampas hak peserta didik. Peserta didik menjadi korban kebijakan Diknas yang salah," sambungnya.Karena itulah Suparman mendesak agar SK tentang UAN dicabut. "Sesuaikan dengan pasal 5 UU Sisdiknas bahwa untuk menentukan kelulusan siswa, harus melibatkan guru dan sekolah. Kelulusan ditentukan nilai kumulatif ujian akhir, semester, ulangan harian, tugas-tugas, pembelajaran, portofolio lainnya dan budi pekerja. Nah, baru itu memperlihatkan nilai kelulusan yang mendekati sempurna," ungkapnya."Jika siswa dalam penilaian itu hanya mendapatkan 4,01 tidak masalah jika tidak lulus. Asalkan penilaiannya sudah melalui tahapan yang komprehensif. Tidak seperti UAN yang hanya menilai dari aspek kognitif saja, itu pun masih dipertanyakan," kata Sekretaris Eksekutif Fedederasi Guru Independen Indonesia ini.Adapun posko pengaduan terkait UAN yang dibentuk Koalisi Pendidikan bisa dihubungi melalui Agus atau Ade dengan nomor telepon (021) 7901885. Posko lainnya dibentuk oleh Koalisi Pelajar Peduli Pendidikan (KP3), antara lain yang beranggotakan PII dapat dihubungi melalui Jen Zuldi dengan nomor telepon (021) 3153572, Ikatan Pelajar NU melalui Sahid Ramadhan dengan nomor telepon 3156480, dan Ikatan Pelajar Putri NU melalui Riska dengan nomor telepon (021) 39232628. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads