"Yang jelas penyebabnya bukan jaringan listrik arus pendek. Akan tetapi disebabkan oleh siraman cairan yang mudah terbakar," ujar Kapolsek Sunda Kelapa AKP Kristianto Yoga Darmawan kepada wartawan di Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat (5/2/2010).
Kristianto menuturkan, sebelum terjadinya kebakaran tadi malam, beberapa orang warga sempat mencium bau bahan mudah terbakar di sekitar rumah warga. "Sudah ada 7 saksi yang diperiksa oleh dan belum menetapkan satupun tersangka," katanya.
Kecurigaan polisi soal penyebab kebakaran karena ulah warga juga dibenarkan warga setempat. "Warga curiga istri Mukti bernama Evi sengaja membakar rumah tersebut," ujar Elis salah seorang warga.
Menurut Elis, Evi sudah sering mengancam akan membakar rumah. "Dia sudah pernah mencoba bakar rumah sekitar 5 bulan lalu, tapi ketahuan warga lalu disiram," kata dia.
Setiap kali bertengkar dengan suaminya, Evi selalu mengancam akan membakar rumah. "Bulan lalu dia marah-marah lalu memecahkan kaca rumah sendiri," jelas dia.
Sampai sore ini, sejumlah bantuan terus berdatangan. Dari kelurahan, 4 karung beras seberat 200 kilogram, mie instan 15 dus. Dari PMI nasi bungkus 100, air mineral 10 dus, mie instan 24 dus, dan pakaian 4 dus. Sudin Sosial Jakarta Utara juga memberikan bantuan 100 bungkus nasi.
Sudin Sosial Jakarta Utara juga memberikan bantuan 100 bungkus nasi. Akibat kebakaran, 33 keluarga yang terdiri dari 179 jiwa di RT 6/RW 1 Muara Angke kehilangan tempat tinggal.
(fiq/Rez)











































