"Kata tim dokter, mereka usahakan dari dari orang tuanya. Kalau nggak bisa, kita cari dari keluarga besar. Yang pasti kita usahakan dari keluarga dulu," kata ayah Bilqis, Donny, kepada detikcom melalui telepon, Jumat (5/2/2010).
Menurut Donny, keluarga sangat berterima kasih atas partisipasi masyarakat yang ingin mendonorkan hati buat anaknya. Pilihan akhir, kata Donny, tetap diserahkan kepada tim dokter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisah Bilqis Anindya Passa menarik simpati banyak orang. Sedikitnya 3 orang rela menyumbangkan hatinya.Β Mereka adalah Pollycarpus, Muhammad Syaiful dan Satrian Irfandi.
Sebelumnya dalam pemeriksaan di RSUP Kariadi Semarang, darah orangtua Bilqis berbeda dengan Bilqis. Ayah Bilqis bergolongan darah B dan ibundanya bergolongan darah A. Dengan golongan darah berbeda, orang tua kemungkinan besar tidak bisa mendonorkan hatinya untuk Bilqis.
Bilqis yang lahir pada 20 Agustus 2008 ini baru diketahui mengidap saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal (Atresia Bilier) saat usianya menginjak 2 minggu. Sekujur tubuhnya menghitam dan kekuningan. Perutnya buncit dan gatal di seluruh tubuhnya. Kotorannya pun berwarna kuning pucat.
Gerakan koin cinta pun dibuka untuk membantu penyembuhan Bilqis. Kini jumlah uang yang terkumpul Rp 1,1 miliar dengan rincian Rp 900 juta dari rekening dan Rp 200 juta dana tunai serta koin Rp 11 juta. Dengan uang itulah Bilqis akan menjalani operasi transplantasi hati di RS Kariadi, yang memiliki sejarah sukses melakukan operasi serupa. Bilqis kini masih berada di Paviliun Merak.
(ape/nrl)











































