"Perkenankan saya sejenak menyampaikan kisah penuh hikmah. Kisah tentang pengembara ular dan harimau (dari renungan dalam zikir di blok A-10 ruang tahanan narkoba Polda Metro Jaya)," ujar Antasari di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta, Jumat (5/2/2010).
Antasari bercerita seorang pengembara dikejar harimau yang sedang kelaparan. Pengembara berlari menuju sebuah sumur. Tanpa disadari, pengembara di dalam sumur tersebut, terdapat seekor ular.
Pengembara yang dalam posisi tergantung di atas sumur itu, membuat ular juga meneteskan air liurnya. Pengembara memegang akar pohon yang berada di samping pohon. Ular itu berusaha menggapai dan menggigit kaki pengembara yang hanya berjarak sejengkal.
"Dalam suasana genting tersebut, pengembara menoleh ke atas, harimau kelaparan itu telah menunggu untuk menerkam dan jarak mulut harimau dengan kepala pengemdara hanya sejengkal," jelasnya.
Antasari melanjutkan, karena kaki harimau tersangkut di akar pohon, pohon tersebut pun bergoyang hingga membuat lebah-lebah di dalamnya terbangun. Madu lebah pun menetes ke mulut pengembara.
Harimau tersebut tiba-tiba saja jatuh ke dalam sumur dan menimpa ular. Kemudian kedua binatang buas itu mati terpendam. Sementara pengembara bisa lolos dan berusaha menaiki sumur tersebut.
"Dengan perlahan tetapi pasti, dia berhasil naik ke atas sumur dan kembali melanjutkan perjalannya," imbuhnya.
Menurut Antasari, dari cerita di atas bisa diambil hikmah kalau dalam suasana genting jika dihadapi dengan penuh kesabaran, maka akan datang mukjizat Tuhan. Antasari pun meminta hakim agar bisa membebaskan dirinya dari dakwaan.
"Membebaskan saya dari dakwaan dan penuntut umum dan setidak-tidaknya menyatakan melepaskan saya dari seluruh tuntutan hukum," pintanya.
(gus/nrl)










































