Aksi mahasiswa BEM UNS tersebut digelar di Bundaran Gladag, Solo. Secara bergantian mereka menggelar orasi-orasi. Dalam salah satu orasinya, mereka mengecam sikap partai penguasa yang dinilai berbagai cara yang dilakukan telah mengganggu kinerja pansus dalam mengungkap pelanggaran dalam skandal tersebut.
BEM UNS mendesak para anggota Pansus mampu obyektif dan profesional tanpa ada niatan untuk mengelabuhi rakyat dengan drama-drama politik. Selain itu Pansus juga diminta tidak terpengaruh intervensi-intervensi kekuasaan seiring maraknya tekanan-tekanan dari pihak-pihak yang berkepentingan terhadap kasus tersebut.
"Kita harus mengingatkan agar Pansus tetap obyektif dan profesional. Jangan sampai Pansus dimanfaatkan untuk perbaikan citra parpol, sedangkan hasil akhir Pansus telah berupa antiklimaks," ujar salah seorang orator.
Selain itu, dalam aksi tersebut mereka juga mengingatkan partai-partai koalisi pemerintahan agar mampu memisahkan persoalan. Koalisi seharusnya dibangun dengan niatan membangun pemerintahan yang kuat dan bersih, bukan untuk menutup-nutupi kesalahan rezim yang berkuasa.
"Jika memang telah terjadi kesalahan, partai koalisi sekalipun harus berani berkata bahwa telah terjadi kesalahan. Sebab jika tetap mendukung kebijakan yang salah, berarti koalisi telah mengabdi pada kekuasaan. Jika demikian maka dengan caranya sendiri rakyat akan menghukum siapapun yang telah mengkhianati mandat rakyat," ujar salah seorang orator.
(mbr/djo)











































