"Ada 3 orang dengan golongan darah AB yang rela. Mereka cuma mau menyumbang buat Bilqis," ujar paman Bilqis, Fahrur Jehan Syatah, melalui hubungan telepon, Jumat (5/1/2010).
Menurut pria yang akrab disapa Bije ini, ketiga relawan itu yakni Pollycarpus, Muhammad Syaiful dan Satrian Irfandi.
Keluarga, lanjut Bije, akan menampung relawan yang bergolongan darah AB yang akan menyumbangkan hatinya untuk Bilqis. "Keputusannya tetap dari tim dokter. Kami hanya menampung," tandas dia.
Sebelumnya dalam pemeriksaan di RSUP Kariadi Semarang, darah orangtua Bilqis berbeda dengan Bilqis. Ayah Bilqis bergolongan darah B dan Ibundanya bergolongan darah A. Dengan golongan darah berbeda, orang tua kemungkinan besar tidak bisa mendonorkan hatinya untuk Bilqis.Β
Bilqis yang lahir pada 20 Agustus 2008 ini baru diketahui mengidap saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal (Atresia Bilier) saat usianya menginjak 2 minggu. Sekujur tubuhnya menghitam dan kekuningan. Perutnya buncit dan gatal di seluruh tubuhnya. Kotorannya pun berwarna kuning pucat.
Gerakan koin pun dibuka untuk membantu penyembuhan Bilqis. Kini jumlah uang yang terkumpul Rp 1,1 miliar dengan rincian Rp 900 juta dari rekening dan Rp 200 juta dana tunai serta koin Rp 11 juta. Dengan uang itulah Bilqis akan menjalani operasi transplantasi hati. Bilqis kini masih berada di Paviliun Merak.
(nik/iy)











































