"Saya termasuk orang yang setuju tarif parkir naik. Asal, kenaikan pendapatan tarif itu untuk mensubsidi dan perbaikan angkutan umum," kata Direktur Eksekutif Intrans, Darmaningtyas, saat dihubungi detikcom, Jumat (5/2/2010).
Dengan syarat tersebut, Darmaningtyas berharap jumlah kendaraan pribadi berkurang seiring dengan kendaraan umum yang makin nyaman dan berkualitas. Logika tersebut, menurutnya, akan berjalan bila ada komitmen politik dan birokrasi yang profesional.
"UPT Perparkiran harus profesional. Ada komitmen politik juga. Misalkan buat mensubsidi busway biar tidak tergantung subsidi APBD melulu," tegas Darmaning.
Sejumlah operator swasta diketahui menaikkan tarif parkir secara sepihak. Kawasan perparkiran di gedung perkantoran atau pusat perbelanjaan sudah memberlakukan kenaikan meski Pemprov DKI belum memberi lampu hijau. Sayangnya, konsumen yang dirugikan hanya bisa mengeluh.
"Bisanya mengeluh. Kalau untuk tindakan nyata seperti boikot atau tindakan hukum, enggak ada suaranya," sesal lelaki kelahiran Gunung Kidul, 48 tahun lalu itu. (Ari/gah)










































