Soal ini, Menkum HAM Patrialis Akbar pun curhat di depan ratusan Taruna Akademi Ilmu Permasyarakatan (AKIP) dan Akademi Ilmu Imigrasi (AIM) soal aksi demonstran. Ia berharap cara menyampaikan sikap dapat berlangsung elegan seperti yang dilakukan taruna.
Saat itu, salah seorang taruna tingkat 3 dari AIM sedang menyampaikan uneg-unegnya. Ia mempersoalkan ketidaksepadanan yang dialami oleh pejabat eselon 3 di daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar keluhan tersebut, situasi sempat tegang. Pasalnya Patrialis saat itu justru sedang meminta testimoni dari taruna soal 100 hari program pemerintah.
"Saya hargai keberanian Anda menyampaikan pendapat. Sopan dan elegan, tidak seperti demonstran di luar sana yang terus menghina pemerintah," sindir Patrialis.
Pemerintah memang sedang kebakaran jenggot. Aksi-aksi yang dilakukan demonstran seperti tidak berhenti.
Untuk mencari publikasi, terkadang demonstran melakukan berbagai cara. Mulai dari membakar foto, ban hingga membawa seekor kerbau.
(mok/ndr)











































