"Seluruh kepala perwakilan dan diplomat Indonesia tanpa terkecuali perlu terus mempertajam pemahaman mengenai apa saja yang menjadi kepentingan negara Indonesia di negara akreditasi," ujar Marty saat membuka rapat kerja pimpinan kemlu dengan para perwakilan RI di Gedung Pancasila Kemlu, Jl Pejambon ,Jakarta, Kamis (4/2/2010).
Marty berharap perwakilan Indonesia di luar negeri lebih aktif mengidentifikasi peluang-peluang baru yang terbuka bagi bangsa dan rakyat Indonesia. Selain itu, perlindungan terhadapa Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri harus menjadi prioritas.
"Prinsip kepedulian dan keberpihakan bukan hanya menjadi motto melainkan sebagaimana sudah dibuktikan selama ini terwujud secara nyata," kata Marty di depan 119 kepala perwakilan RI.
"Perwakilan harus terus meningkatkan dan mengedepankan pelayanan warga yang berkualitas dan professional, yang antara lain diwujudkan melalui pelayanan yang cepat, murah, mudah dan ramah," imbuhnya.
Tantangan diplomasi yang sangat berat menuntut perwakilan RI untuk lebih kratif dan inovatif dalam melaksanakn tugas diplomasi. "Tidak ada jeda dan istirahat dalam menjalankan mesin diplomasi. Jangan lengah, jangan berpangku tangan dan terus kerja keras," tegas Marty.
(mpr/yid)











































