Hasyim Siap Maju jadi Cawapres

Hasyim Siap Maju jadi Cawapres

- detikNews
Selasa, 27 Apr 2004 19:47 WIB
Surabaya - Meski tak direstui Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gus Dur, niat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) tak surut. Terlebih, keputusan Halakah Nasional Ulama NU menyetujui hal tersebut.Hal itu menjadi salah satu butir keputusan yang dibacakan Hasyim Muzadi saat menutup Halakah Nasional Ulama NU yang sudah berlangsung sejak kemarin di Hotel Sommerset, Surabaya, Selasa (27/4/2004).Sebelum membacakan keputusan tersebut, Hasyim menyampaikan, sebenarnya tidak mudah untuk mengambil keputusan halakah. Dari sejumlah usulan yang berkembang, akhirnya pertemuan para ulama tersebut hanya menetapkan tiga keputusan.Pertama, apakah ketua umum PBNU perlu bergeser dari posisinya saat ini. Hal ini tentu berkaitan dengan sejumlah pinangan dari beberapa capres untuk menjadikan Hasyim sebagai cawapres. "Ini saja perhitungannya harus matang karena NU hari ini sedang membangun diri. Untuk itu, NU akan membangun NU yang sesungguhnya secara nasional maupun internasional. Ketua umum PBNU dan NU tentu tidak boleh disetir ulang, tetapi di lain sisi, PBNU harus mencapai sesuatu justru di dalam proses pembangunan," papar Hasyim.Keputusan kedua, jika Hasyim harus bergeser, maka yang bersangkutan siap. "Jadi harus memerlukan perhitungan dengan cermat agar tidak salah dalam mengambil sebuah keputusan," katanya.Ketiga, PBNU harus menetapkan peranan apa yang akan diambil. "Ini harus jelas, karena kita tidak boleh meninggalkan pekerjaan yang jelas ke yang tidak jelas. Karenanya penggodokan ini diserahkan dan dipercayakan kepada PBNU, syuriah dan jamaah," jelas Hasyim.Jika nantinya ada hal-hal teramat penting yang harus dibicarakan kembali, menurut dia, maka secepatnya PBNU akan mengundang kembali seluruh ulama untuk berkumpul. "Jadi untuk itu, saya harap para alim ulama dalam satu dua hari ini untuk siap-siap menerima undangan kembali dari kami guna merumuskan kembali dari ketiga kesepakatan yang sudah ditetapkan," demikian Hasyim Muzadi. (ani/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads