"Saya yakin 100 persen mukanya mirip dengan Sunarto alias Babe," kata pengacara Robot Gedek, Febri Firmansyah saat dihubungi wartawan, Kamis (4/2/2010).
Namun, saat persidangan Robot Gedek di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Baekuni menggunakan nama lain, yaitu Sunarto alias Babe. Saat persidangan, Babe bersaksi bahwa Robot Gedek memutilasi kemudian menyodomi korban Robot Gedek.
Saksi Babe saat dihadirkan di muka meja hijau adalah sebagai teman Robot Gedek. Jaksa Penuntut Umum saat itu menghadirkan Babe karena Babe dan Robot Gedek intens berhubungan.
"Yang jelas keduanya punya hubungan dimana sama-sama memiliki kelainan seksual. Suka menyodomi anak di bawah umur," jelas Febri.
Menurut Febri, Robot Gedek dan Babe saling mengenal saat keduanya bekerja di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat beberapa tahun silam.
Febri tidak yakin kliennya membunuh, karena saksi yang dihadirkan oleh JPU hanya Babe. Dan dari performa kejiwaan pun, Robot Gedek memiliki kejiwaan labil. Sidangnya sendiri saat itu berlangsung tertutup karena kasus asusila.
Tes Kejiwaan
Meski dalam pengadilan, Robot Gedek mengakui membunuh, Febri meminta Majelis Hakim untuk melakukan tes kejiwaan terhadap Robot Gedek. Namun, permintaan Febri selalu ditolak.
"Mulai dari Polres Jakarta Pusat hingga diajukan ke persidangan selalu ditolak," jelasnya.
Alasan Febri melakukan tes kejiwaan terhadap Robot Gedek saat itu karena Robot Gedek tidak pernah serius saat diajukan pertanyaan. "Dia selalu cengengesan saat ditanya apakah membunuh," paparnya.
Namun, majelis hakim saat itu lagi-lagi menolak bantahan Febri. Alasan majelis hakim, Babe mampu diajak berkomunikasi.
"Padahal orang berdasi sekali pun bisa punya kelainan jiwa," tandasnya.
(mei/ndr)











































