Gus Dur Tegaskan Tidak Restui Hasyim Muzadi
Selasa, 27 Apr 2004 17:20 WIB
Jakarta - Ketua Umum Dewan Syuro PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Abdurrahman Wahid alias Gus Dur menegaskan tidak akan merestui pencalonan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi sebagai presiden atau wakil presiden dalam pemilihan presiden 5 Juli mendatang.Hal ini disampaikan Gus Dur kepada wartawan di kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (27/4/2004)."Saya punya dua komentar. Pertama, lha dia itu kok menawarkan diri. Ya kalau ada yang ngambil, kalau tidak ada yang ngambil. Saya hampir setiap hari tiga sampai empat kali ngomong bahkan sampai tujuh kali. Saya akan ngomong Hasyim tidak saya setujui untuk menjadi calon ap apun," tandas Gus Dur.Gus Dur mengatakan hasyim telah melakukan kebohongan besar saat pertemuan di Sukabumi. "Dia telah melakukan kebohongan besar saat bertemu saya di Sukabumi. Itu tidak bicara apa-apa. Dia bilang menjadi cawapres padahal dia yang minta. Kemudian di Jakarta dia bilang saya restui. Ini kebohongan besar karena saya tidak pernah merestui dia," kata Gus Dur. Ditanya wartawan mungkin itu merupakan pelintiran berita, Gus Dur membantah keras. "Saya katakan ini bukan plintiran karena saya punya banyak kasetnya. Apakah semua orang dianggap bodoh ketemu orang pintar sekali ya kepleset. Jadi kalau ada yang mau menjadi calon ya monggo saya tidak mau pusing," ungkap Gus Dur.Seperti diketahui, Hasyim Muzadi ditawari sebagai cawapres oleh PDIP dan Golkar. Kedua parpol besar itu sudah menemui Hasyim Muzadi dan melakukan pembicaraan serius. Namun, banyak pihak mengimbau, agar sebelum Hasyim maju, meminta restu Gus Dur, agar tidak ada perpecahan di tubuh NU.
(aan/)











































