Istana: Presiden Tidak Curhat atau Mengeluh

Soal Demo Kerbau

Istana: Presiden Tidak Curhat atau Mengeluh

- detikNews
Kamis, 04 Feb 2010 14:13 WIB
Jakarta - Kritik yang disampaikan Presiden SBY mengenai kasus kerbau bukan keluhan atau curahan hati (curhat). Tujuan kritik adalah imbauan untuk memperhatikan kepantasan dalam melakukan unjuk rasa.

Demikian komenter Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha menanggapi tudingan bahwa Presiden SBY berkeluh kesah. Julian dicegat wartawan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/2/2010).

"Presiden tidak mengeluh atau curhat. Ini imbauan dari Kepala Negara untuk bisa membatasi diri dalam bersikap, karena kita tahu ada hal-hal yang pantas dan tidak," ujar dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di dalam aturan tata negara, seorang Presiden RI selain Kepala Pemerintahan juga Kepala Negara yang merupakan simbol negara. Maka di dalam kapasitas selaku simbol negara sudah seharusnya warga negara memperlakukan secara hormat Kepala Negara.

Terlepas dari perbedaan pandangan politik yang ada, tetap tidak pantas seorang Kepala Negara dipersonifikasikan sebagai binatang dan diteriaki sebagai maling. Apalagi tindakan tersebut sama sekali tidak ada korelasinya dengan ujuan atau substansi unjuk rasa 100 hari pertama SBY-Boediono.

"Jadi yang Presiden tekankan bukan sebagai personal, melainkan sisi simbol negara itu. Kalau kita tidak menghormati, bagaimana mengharapkan kita dihormati negara lain. Ini sangat ironis," sambung Julian.

(lh/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini