Anggota tim transplantasi hati Bilqis, dr Hirlan mengatakan, golongan darah Bilqis adalah AB. Sedangkan golongan darah ibunya A, dan ayahnya B.
"Ada resiko jika dipaksa ditransplantasi dari kedua orang tuanya," kata Hirlan di RS Kariadi Semarang, Jl Dr Sutomo, Kamis (4/2/2010).
Hirlan menjelaskan, resiko terbesar adalah penolakan jaringan. Akibatnya, operasi yang dilakukan, sia-sia.
"Kami akan periksa ulang golongan darahnya untuk memastikan hasil pemeriksaan tahap pertama," jelasnya.
Tim medis belum menentukan donor selain orang tua Bilqis jika golongan darah Bilqis dan orang tuanya benar-benar berbeda. Hal itu akan dikonsultasikan dengan pihak keluarga.
Saat ini, Bilqis ditempatkan di ruang Merak lantai dua. Demi menjaga kondisinya, pihak RS melarang siapa pun orang menjenguk.
(try/djo)










































