Analisis Merosotnya Suara PDIP Beredar di Arena Rakernas

Analisis Merosotnya Suara PDIP Beredar di Arena Rakernas

- detikNews
Selasa, 27 Apr 2004 16:17 WIB
Jakarta - Analisis tentang penyebab merosotnya perolehan suara PDIP dalam pemilu legislatif beredar di arena Rakernas ke-10 PDIP di Hotel Sahid Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta. Faktor Megawati ada di urutan pertama, dan Taufiq Kiemas di urutan ketiga.Analisis setebal enam lembar ini merupakan hasil kajian Lembaga Kajian Demokrasi (LKaDe) di kediaman fungsionaris PDIP Arifin Panigoro di Jenggala, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dokumen ini ditandatangani Permadi, Sukowaluyo Mintohardjo, Zaenal Arifin, Tjiandra Wjaya, dan Didi Supriyanto. Juga disebutkan sebanyak 59 fungsionaris dan kader partai yang menghadiri pertemuan di Jenggala, antara lain Indira D. Sugondo, Sabam Sirait, Permadi, Roy BB Janis, Sukowaluyo Mintorahardjo, Didi Supriyanto, Firman Jaya Daeli, dan Pramono Anung.Dan, dokumen ini tampaknya sengaja disebarluaskan kepada peserta rakernas dan wartawan. Sebab dokumen ini ditaruh di meja yang berada di depan pintu masuk ke ruang rakernas di Ball Room Hotel Sahid.Dalam analisis yang menyebutkan lima penyebab merosotnya suara PDIP ini Megawati menjadi faktor pertama. Mega sebagai ketua umum partai dinilai masih mengandalkan karismanya, over confident, serta kurang peka terhadap psikologi masyarakat dan pendukungnya.Mega juga dinilai lemah managerial skill-nya, terutama aspek organizing, staffing, dan controlling. Presiden RI ini juga dinilai kurang membumi atau kurang bersentuhan dengan rakyat yang dulu mendukungnya. Tidak komunikatif dengan kalangan pers, akademisi dan kalangan intelektual, serta salah memilih teman yang melingkunginya.Faktor kedua adalah jajaran DPP PDIP yang pengurusnya under capacity dan diragukan komitmennya. Jajaran pengurus juga dinilai tidak memiliki visi, dan sebaliknya memiliki imej negatif karena kasus-kasus pidana yang melibatkan fungsionaris, kader, dan anggota legislatif PDIP seperti kasus narkoba dan ijazah palsu.Selain itu, Panitia Pemenangan Pemilu PDIP juga dinilai tidak berfungsi. Serta ada faksionalisasi di DPP PDIP yang tidak di-manage dengan baik.Kalau intervensi Taufiq Kiemas yang sempat disebut-sebut sebagai faktor utama penyebab merosotnya suara PDIP? Ini ada di faktor ketiga. Intervensi yang dilakukan Kiemas dalam urusan dan kewenangan ketua umum PDIP Mega dinilai berdampak negatif terhadap partai dan pemerintahan.Statemen-statemen Kiemas yang memunculkan kesan ia lebih berkuasa dibanding Mega sebagai ketua umum maupun presiden dinilai merusak citra partai dan menjatuhkan perolehan suara. Lebih jauh, akibat intervensi itu juga merusak citra Mega di mata rakyat.Keempat, struktur partai dari DPP, DPD, DPC, hingga anak ranting dinilai lemah dari segi sumber daya manusianya. SDM-nya dinilai kurang berkualitas dan tidak mampu melakukan counter atas isu yang mendiskreditkan partai.Kelima, pemilihan kepala daerah di beberapa tempat hasilnya kontraproduktif. Misalnya pemilihan Sutiyoso sebagai Gubernur DKI dengan mengabaikan kader PDIP sendiri dinilai sebagai kesalahan fatal. Apalagi Sutiyoso kemudian melakukan penggusuran terhadap rakyat kecil sehingga PDIP kalah telak di Jakarta. (gtp/)


Berita Terkait