Kader di Solo Demo, Ratusan Kaos dan Bendera PDIP Dibakar

Kader di Solo Demo, Ratusan Kaos dan Bendera PDIP Dibakar

- detikNews
Selasa, 27 Apr 2004 15:50 WIB
Solo - DPC PDIP Solo didemo para kadernya sendiri, Selasa (27/4/2004). Mereka mendesak agar Susmadya Putra, caleg yang mereka dukung dapat didudukkan sebagai anggota DPRD Kota Solo. Karena permintaan itu tidak dikabulkan mereka melakukan perusakan kursi di DPC dan membakar kaos serta bendera PDIP.Sekitar pukul 11.00 WIB, sebanyak 1.500 orang yang sebagian di antaranya ibu-ibu dan anak-anak datang ke DPC PDIP Solo di Jl. Hasanuddin menggunakan mobil, motor, dan 23 kereta kelinci. Mereka datang dari Kalurahan Semanggi dan sekitarnya, tempat Susmadya tinggal. Sus adalah caleg DPRD Kota Solo dari PDIP nomor urut delapan untuk daerah pemilihan (DP) II yang meliputi kecamatan Serangan dan Pasarkliwon.Meskipun mendapat dukungan lebih dari 5.000 suara, tercatat perolehan suara paling tinggi bagi caleg di Solo, namun dukungan bagi Sus itu masih jauh dari bilangan pembagi pemilih (BPP) di DP itu yang mencapai 7.422 suara. Sesuai UU No 12 Tahun 2003, dia tidak bisa menjadi anggota dewan kerena tidak memenuhi BPP.Karena itulah, massa pendukung Sus ini kemudian melampiaskan kekesalannya kepada DPC PDIP yang dinilai menghilangkan suara dukungan terhadap Sus, sementara caleg di nomor urut atas yang dukungannya kecil justru terpilih.Massa yang sedang emosi bahkan mengancam tidak akan memilih Megawati dalam pemilihan presiden mendatang jika Susmadya tidak ditetapkan sebagai anggota DPRD Kota Solo. Kepada perwakilan massa, ketua DPC PDIP Solo Hadi Rudyatmo menjelaskan tentang aturan penetapan caleg jadi sesuai UU tersebut. Namun penjelasan itu tetap tidak bisa diterima oleh massa.Massa bahkan kemudian menendangi kursi plastik di aula DPC PDIP, tak urung beberapa kursi rusak akibatnya. Tidak cukup itu, ratusan kaos bergambar logo PDIP dan gambar foto Megawati dan bendera PDIP dibakar tepat di depan pintu gerbang DPC bersama puluhan poster kertas. Mereka juga mencabuti umbul-umbul PDIP di depan kantor DPC lalu membuangnya ke parit. Ratusan kartu tanda anggota (KTA) PDIP mereka sebar dan sebagian lainnya dirobek.Massa mengancam tidak akan pulang sebelum ketua DPC PDIP Solo yang masih berada di dalam kantor DPC keluar menemui mereka. Blokade jalan mereka lakukan sehingga Jl Hasanuddin tertutup total. Mereka baru mau bergeming setelah Susmadya datang sekitar pukul 14.00 WIB yang mengajak mereka pulang.Kepada wartawan Rudy menilai, selain terlalu gampang digosok emosi, massa juga kurang memahami UU yang berlaku dan hal itu justru dimanfaatkan oleh pihak berkepentingan. "Bunyi aturannya, kalau tidak BPP penetapan caleg jadi diserahkan KPU sesuai nomor urut caleg. Ini bukan pemilihan lurah. Jangankan saya, ketua DPP pun saya yakin tidak berani menabrak UU Pemilu," ujar Rudy.Dia juga mengatakan tidak akan mempersoalkan perusakan aset partai dan pelecehan lambang serta gambar ketua partai dengan pembakaran kaos PDIP bergambar Megawati yang dilakukan oleh massa. "Meskipun saya cukup kecewa dengan tindakan mereka, namun kita sebaiknya bersikap tenang. Massa hanya terlalu emosi dan mereka hanya diarahkan oleh pihak kepentingan saja," tukasnya.Kepolisian juga tidak bereaksi terhadap pembakaran gambar foto presiden pada kaos itu. Saat terjadi pembakaran, puluhan polisi yang melakukan penjagaan tidak mencegahnya. Kapolresta Solo AKBP Lutfi Lubihanto juga terkesan enggan memberikan komentar tentang tindakan yang bisa mengarah pada penghinaan presiden tersebut. "Kita kumpulkan dulu saja data-datanya," kilah Lutfi singkat. (asy/)


Berita Terkait