Sutjipto: Mayoritas Pemilih yang Tidak Nyoblos, Pro-PDIP
Selasa, 27 Apr 2004 14:45 WIB
Jakarta - PDIP dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas)-nya hari ini mengevaluasi hasil pemilu 5 April lalu. Hasil evaluasi akan digunakan sebagai senjata untuk merebut kembali suara pendukung PDIP yang pindah ke partai lain."Perolehan suara 5 April lalu akan dibandingkan dengan hasil pemilu 1999. Dari situ kita dapat menentukan program ke depan untuk meraih kembali suara pendukung PDIP yang pindah ke partai lain."Demikian dikatakan Sekjen DPP PDIP Sutjipto dalam konferensi pers di Hotel Sahid Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (27/4/2004).Pada Pemilu 5 April, menurut Sutjipto bisa diikuti 150-an juta orang, namun dari data KPU yang menggunakan hak pilihnya hanya 110-an juta. Hal ini lah yang menyebabkan penugasan jajaran partai di basis untuk mendata calon pemilih. "Pendataan calon pemilih dilakukan karena kebanyakan yang tidak terdaftar tersebut adalah pendukung PDIP," tukasnya.Dalam Rakernas hari ini, tim Mega Presiden juga disosialisasikan. Ketua pelaksanaan harian tim, tak lain adalah Sucipto sendiri. "Anggotanya dari struktural partai, caleg terpilih DPR-RI, kader-kader potensial dari luar, baik kalangan intelektual, pengusaha, atau siapapun yang ingin bergabung. Jumlahnya mencapai ratusan," demikian Sutjipto.
(dit/)











































