"Ada lebih dari 200.000 orang yang jelas-jelas telah diidentifikasi sebagai orang yang meninggal," kata Perdana Menteri Haiti Jean-Max Bellerive seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (4/2/2010).
Diimbuhkannya, sekitar 250.000 rumah telah hancur. Bahkan setidaknya 4.000 amputasi telah dilakukan dikarenakan parahnya luka-luka yang dialami korban gempa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah Haiti belum melakukan apapun untuk kami, pemerintah tidak memberikan kami pekerjaan. Mereka tidak memberikan makanan yang kami butuhkan," seru Sandrac Baptiste yang tinggal di tenda darurat.
Sekitar 200 pendemo berjalan menuju Kedutaan Besar AS dan berteriak-teriak meminta bantuan dan makanan. "Tak ada tenda-tenda! Tak ada makanan!" seru seorang pendemo, Bousiquot Widmack.
Gempa berkekuatan 7 Skala Richter yang mengguncang Haiti pada 12 Januari lalu telah meluluhlantakkan negeri Karibia itu. Gempa itu disebut-sebut sebagai yang paling dahsyat sepanjang sejarah di wilayah tersebut.
(ita/iy)











































