24 korban dari 34 penumpang speedboat Dolphin adalah warga China. Hal ini membuat kedutaan besar China mengambil langkah. Empat staf kedubes China langsung menginjakkan kakinya di kota Dobo, Kabupaten Aru, sejak Rabu (3/2/2010) kemarin.
Keempat staf kedubes itu turut memantau proses pencarian 24 orang warganya yang raib bersama speedboat Dolphin, dari kota Dobo menuju kota Tual, Maluku Tenggara.
Dilain sisi, empat staf Kedubes ini juga mendatangi salah satu warga China yang selamat dari amukan gelombang laut Aru ini Ke Kaishen, untuk melihat kondisinya.
Keempat staf Kedubes China tersebut Wong Mimbao, Sun Jie, Yue Yuenci dan Li Xiao Yo.
Kapolres Aru, AKP, Solihin, kepada detikcom katakan, para staf kedubes China ini sejak kemarin ikut bersama memantau jalannya proses pencarian.
"Mereka juga telah melaporkan hal ini kepada pemerintah negeri China," ujar Solihin.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Aru, Teddy Tengko, katakan, proses pencaharian terasa sulit dilakukan, karena terhalang gelombang tinggi hingga 5 meter dan cuaca jelek. "Kondisi ini sudah terjadi di perairan Aru sekitar sebulan ini. Dan pihak BMG sudah memberikan pengumuman kepada warga untuk hati-hati berlayar," tandas Tengko.
(han/djo)











































