"Kami mewaspadai bahaya, ini mirip dengan kekacauan tahun 1965. Waktu itu kondisi tak terkendali ada fitnah terhadap demokrasi. Kekuatan Presiden dikerangkeng, terlepas jasa besarnya," kata Sekjen PD Amir Syamsuddin kepada detikcom, Kamis (34/2/2010).
Menurut Amir, SBY sudah berjuang keras memberikan angin kebebasan berdemokrasi di Indonesia. Ironisnya, kebebasan justru disalahgunakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ramainya demonstrasi yang makin berani pun menjadi perhatian khusus PD. Menurut Amir, situasi di mana simbol negara sudah tidak dihargai adalah situasi darurat.
"Dalam situasi politik seperti sekarang ini simbol negara sudah dihina di mana-mana, SBY dihujat," tutupnya.
(van/nrl)











































